Selamat
pagi hai, alamku!
Kupejamkan
mata sejenak
Merentang tangan tanpa gerak
Merasakan tenang bagai tercengang
Melihat alam tersenyum senang
Merentang tangan tanpa gerak
Merasakan tenang bagai tercengang
Melihat alam tersenyum senang
Selamat
siang hai, alamku!
Kumemekik
suara terpana
Melantukan nada sederhana
Melantukan nada sederhana
Merangkai
bahagia dalam nestapa
Bagai
permadani bagi seluruh bangsa
Selamat
sore hai, alamku!
Kumenatap senja timbul meredam
Sungguh, kekaguman yang tak bisa kupendam
Kumenatap senja timbul meredam
Sungguh, kekaguman yang tak bisa kupendam
Kala
mentari menjelang malam
Pesona alam tak pernah kunjung padam
Pesona alam tak pernah kunjung padam
Selamat
malam hai, alamku!
Mengindahkan
pohon melambai warna
Taburkan segala cerita di sangkakala
Tak berujung kupandang lama
Taburkan segala cerita di sangkakala
Tak berujung kupandang lama
Gelap
malam tiada ketara
Namun
waktu terus beranjak
Mengiringi sanubari terus berdetak
Menyisir laut yang tak beriak
Mengiringi sanubari terus berdetak
Menyisir laut yang tak beriak
Menyadarkan
ilusi di tengah ombak
Pada
karya-Nya kumelangkah
Namun mengapa menjadi kesah?
Bagai jiwa yang mengingat rumah
Membawa diri sembari berdesah
Namun mengapa menjadi kesah?
Bagai jiwa yang mengingat rumah
Membawa diri sembari berdesah
Selamat
pagi hai, alamku!
Mentari
pagi mulai berisik
Menusuk
jiwa menembus bilik
Bahkan angin pun mulai berbisik
Membuat diri merasa tercekik
Bahkan angin pun mulai berbisik
Membuat diri merasa tercekik
Selamat
siang hai, alamku!
Bagai
kapal tertabrak karang
Tubuh
dunia pun terserang
Seolah
alam berteriak garang
Takkan
kau dapat beras segantang
Selamat
sore hai, alamku!
Mentari
senja menguraikan sinar
Tak
seterang bara datang membakar
Bagai
hidup dalam semak belukar
Penuh
amarah penuh gusar
Selamat
malam hai, alamku!
Sekali
ini kumelihat
Karya
surga berselimut pekat
Hingga
malam menjadi riwayat
Indahnya
alam seolah tersekat
Dan
kini kubuka mata
Menatap
dunia penuh luka
Menyibak
akar kehidupan penuh asa
Menyisakan
alam yang penuh luka
Dan
sekali lagi aku menatap
Mengingkar
rona yang menggelap
Apakah
alam sungguh siap
Sungguh
ingin aku berharap
Bila
waktu dapat kembali
Dapatkah
kuperbaiki?
Karena
aku ingin kembali
Menikmati
negeri yang indah ini
Sekali
lagi terpejam mata sejenak
Merasakan
indahnya alam tanpa retak
Bebas
nian melantunkan sajak
Merasakan
nikmat tanpa riak
sempurna
terpana
terpesona
sempurna
terpana
terpesona
Dan
jika aku dapat kembali
Biarkan
aku menjaga semua ini
Sebagai
bukti aku mencintai
Indahnya
alam negeri ini
Namun
saat ini,
Biarkan
aku sendiri
Menari
di tengah ombak padang pasir
Menikmati
sang alam dengan hati berdesir
0 komentar:
Posting Komentar