IMPIAN
Ya, semua harapan yang diinginkan untuk menjadi nyata. Sebuah cita untuk diraih setinggi bintang di angkasa. Atau sebuah bagian dari diri yang membawa kita pada sebuah kata, perjuangan.
Semua remaja tentu mempunyai impian dalam hidupnya. Mulai dari mimpi-mimpi saat kita kecil, saat kita mengatakan “buk, aku ingin jadi dokter”, Hingga mimpi terbesar yang membawa kita untuk bergangti peran dengan orang tua kita sendiri
Mimpi membawa kita pada kesempurnaan dalam hidup. Siapapun pasti menginginkan jika kehidupan yang mereka alami dapat berjalan dengan lancar. Kesehatan, Keluarga yang utuh, barang-barang yang dapat terpenuhi, pacar yang baik dan setia, sekolah-sekolah yang terbaik, nilai yang memuaskan, hingga hidup yang serba berkecukupan.
Bukannkah itu semua merupakan mimpi kita? Mimpi yang jika semuanya terwujud tentunya akan menjadi sebuah kesempurnaan bagi hidup, kita bukan? Kebahagian dalam hidup. Simple. Itulah mimpi.
Namun nyatanya, hidup mungkin tidak semudah itu. Tidak ada hidup yang sempurna di dunia ini. Dan kita tidak mungkin mendapat semua yang kita mau.
Manusia memang serakah.
Ketika mereka telah mendapat sebuah kesempurnaan, kita selalu mencari, mencari dan terus mencari yang lebih baik dan terbaik. Kita pun kemudian lupa untuk bersyukur.
Tetapi tetap, kenyataannya terkadang kita harus mengubur impian itu karena takdir dan kegagalan yang kita alami. Namun, ketika impian itu musnah, akankah kita sanggup menerimanya?
KEGAGALAN
Impian itu bagaikan sayap yang membawaku terbang. Aku tak ingin sayapku patah dan menjatuhkan aku begitu saja. Karena, ketika kita jatuh, itu akan jauh lebih sakit daripada bila kita tidak terbang sama sekali.
Memang kecewa. Ya semua pasti kecewa. Siapa yang tidak kecewa kalau mengetahui terkadang kita tidak bisa mempertahankan mimpi kita? Apalagi jika kita harus menghadapi kenyataan bahwa mimpi itu harus kandas satu per satu. Kita gagal.
Akankah kita kuat menerimanya? Akankah kita sanggup melewatinya. Hidup tanpa mimpi.
Akupun tentu akan merasakan kekecewaan yang sama.
Namun, sesaat kemudian aku berpikir. Ternyata betapa bodohnya aku. Betapa malunya aku pada diriku sendiri. Jika kita sedang gagal, harusnya itu bukan jadi alas an untuk kecewa yang berlarut dan tidak bersyukur. Bukankah selama ini kita telah diberikan anugrah yang terbesar oleh Tuhan?
Sebuah kehidupan. Masalah yang kita punya, mungkin tidak sebanding dengan kehidupan yang telah diberikan pada kita. Kita dapat menghirup napas setiap paginya, bukankah itu anugrah yang terbesar?
Itu tanda bahwa Tuhan sangat menyayangi kita. Kita harusnya sadar, daripada kita mengeluh bukankah kita harus lebih dulu bersyukur akan pemberian yang besar ini? Hidup adalah dasar dari diri kita. Dengan kesempatan seperti ini, bukankah ini yang harusnya menjadi alas an kita untuk dapat mempertahankan semangat kita untuk bangkit.
Kita harusnya tidak boleh iri kepada orang lain yang kita kira hidupnya lebih baik daripada kita. Karena kita pun tidak tahu bagaimana kehidupan mereka sebenarnya. kita harus sadar bahwa setiap orang punya batas kekuatan sendiri-sendiri. Sehingga, bila kita sekarang sedang diuji dengan ujian yang berat, berarti kita harus yakin bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian yang tidak sanggup dilalui umat-Nya. Itu tandanya ujian itu masih saggup kita lalui. Kita kuat.
Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Entah kapan, aku percaya masalah akan selalu selesai dengan sendirinya dan bahkan akan menjadi lebih baik dari apa yang kita duga.
IKHLAS.
Ya, dengan ikhlas, tidak ada beban lagi untuk mimpi-mimpi kita. Tidak ada lagi tekanan untuk diri kita. Ikhlas membawa kita pada kelegaan. Dan ikhlas akan membawa kita untuk membiarkan diri kita agar semakin disertai oleh-Nya. Apabila kita ikhlas, kita telah menginjinkan tangan Tuhan untuk bekerja kepada kita. Dengan ikhlas akan menjadi sebuah kado yang sangat indah bila kita dapat melakukannya dengan tulus. Dan percayalah bahwa rencana Tuhan selalu akan mendatangkan sebuah jalan yang terbaik bagi kita. Bahkan lebih baik dari yang kita inginkan bahkan bayangkan selama ini.
Segala keinginan dan mimpi kita selama ini akan digantikan oleh besar kasih-Nya yang menyelamatkan dan memberikan keselamatan dan kesejahteraan hidup bagi kita.
Tuhan akan menggantikan sayap patah kita dengan sayap baru. Yang jauh lebih baik, lebih indah dan lebih dapat untuk membawa kita terbang lebih tinggi menggapai kesejahteraan.
0 komentar:
Posting Komentar