Rabu, 23 Oktober 2013

PRO VS KONTRA KETIKA OSPEK DIPERTANYAKAN

           Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau yang sering kita sebut dengan kata “ospek” tentu sudah tidak asing lagi kita dengar di telinga kita. Sejak tahun 1920, kegiatan ospek ini telah ada dan dipraktikkan sebagai bentuk formal penerimaan mahasiswa baru. Hanya saja pada zaman tersebut nama ospek masih disebut dengan ‘plonco’
Namun tidak jauh berbeda, kegiatan ini sama-sama dilakukan dengan tujuan untuk mencetak kader-kader penerus bangsa yang tangguh untuk proses pendewasaan diri yang memisahkan kata ‘siswa’ dengan ‘mahasiswa’ sehingga para mahasiswa baru ini pun menjadi jauh lebih siap memasuki dunia ‘baru’ mereka.
Semakin lama kegiatan ospek pun seolah telah menjamur dan menjadi budaya yang dilakukan setiap tahun. Bentuk kegiatannya pun bermacam-macam. Mulai dari yang unik hingga aneh. Setiap universitas yang melaksanakan kegiatan ini pasti memiliki ciri khasnya sendiri dengan esensi-esensi dan tujuan yang jelas.
Salah satu contoh bentuk tugas ospek yang paling sering dilakukan adalah menggunakan nametag pada saat kegiatan ospek berlangsung. Dengan cara ini para mahasiswa baru akan jauh lebih mudah dalam mengenal teman-teman baru yang akan menjadi ‘keluarga’ bagi mereka nantinya. Uniknya, setiap universitas bahkan setiap fakultas memiliki cara yang berbeda untuk mengenalkan universitas atau jurusannya masing-masing. Ada yang ditugaskan untuk membuat nametag berbentuk jantung, ada yang berbentuk dompet ada pula yang berbentuk hewan-hewan lucu. Semua hal ini pun secara tidak langsung menjadi pengenalan pertama bagi para mahasiswa baru untuk mengenal jurusan dan universitas mereka sekaligus mengajarkan sebuah inovasi.
Manfaat lain dari adanya ospek sendiri adalah Dengan mengikuti ospek, mahasiswa baru itu akan mengetahui lebih banyak tentang kampusnya. Dengan demikian, mereka dapat menyusun sebuah perencanaan dan target ke depan selama belajar di kampus. Para mahasiswa akan mengetahui  bagaimana beradministrasi di kampus; mengurus dan mengisi kartu rencana studi (KRS), beasiswa dan surat-surat keterangan lainnya. Mereka juga dapat mengetahui organisasi-organisasi yang ada di kampus dan apa yang bagus bagi masa depannya.
Akan tetapi semakin lama ospek kian menerima kontroversi. Banyak yang mulai menyangsikan kerelevan dari adanya ospek itu sendiri. Terutama dengan ospek-ospek yang menerapkan banyak sistem ‘pendisiplinan’.
Banyak argumen-argumen yang menjadi alasan mengapa ospek menerima begitu banyak kontroversi, bahkan perintah untuk segera dihapuskan. Salah satu alasan terbesar yang menjadikan alasan ospek begitu menimbulkan kontra adalah karena secara tidak langsung ospek telah menjadi sebuah ajang ‘balas dendam’ oleh kakak angkatan kepada para mahasiswa baru akibat pengalaman ospek yang mereka dapatkan sebelumnya. Itulah terkadang yang menyebabkan setiap tahunnya pelaksanaan ospek dirasa semakin berat dan neko-neko.
Alasan lain yang menjadikan semakin maraknya kontra terhadap ospek ini pun adalah adanya sebuah ‘kesenioritasan’ yang memberikan jarak atau ‘gap’ antara kakak angkatan dengan para juniornya. Awalnya hal ini hanya berbatas pada sebuah niat penghormatan kepada kakak angkatan oleh para juniornya atau bentuk penghargaan ‘penghuni’ yang baru kepada ‘penghuni lama’. Namun entah sejak kapan prinsip dan landasan ini seolah hilang dan menjadi sebuah masalah yang mendasar bagi proses ospek itu sendiri.
Hasil yang ada justru membuat kakak tingkat menjadi seolah adalah orang yang lebih berkuasa dibandingkan dengan junior-junior mereka. Para junior pun akan menjadi takut dan jauh kepada kakak angkatan meskipun proses ospek telah berakhir. Tentu hal ini pun akan berdampak negatif dikarenakan akan terjadi kesenjangan yang begitu nampak di antara dua generasi ini. Padahal seharusnya ospek harus menjadi sebuah pemersatu hubungan dalam kekeluargaan yang salah satunya mendekatkan hubungan antara senior dan junior. Jika hal ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan hal inilah yang akan menjadikan sebuah alasan balas dendam junior-junior tersebut kepada adik angkatannya nanti.
Dalam konteks ini, hal-hal itulah yang pada akhirnya sering dikeluhkan para mahasiswa-mahasiswi ketika mengikuti kegiatan ospek. Ada yang mengatakan kegiatan ospek tidak berguna, kegiatan ospek membuang-buang waktu, atau kegiatan ospek hanyalah sebuah kegiatan untuk para senior menyiksa para junior. Tentu persepsi itu sangat disayangkan dapat tercipta dalam pola pikir di masyarakat, terutama para mahasiswa-mahasiswi.
Perlu disadari bahwa para mahasiswa baru seharusnya menanamkan pikiran bahwa kegiatan ospek sepatutnya tidak dilakukan secara teoritis saja. Seharusnya, ada komunikasi yang berkepentingan secara kelembagaan. Artinya, ada pesan-pesan moral yang disampaikan walau hal itu tidak terjadi secara komunikasi verbal.
Pada sisi lain, para panitia ospek juga seharusnya mampu menangkap kondisi perkembangan jaman sekarang ini. Akan tidak relevan lagi bila kegiatan yang dilakukan tidak diikuti dengan perkembangan zaman. Sebab, bila hal lama terus dilakukan pada tiap tahunnya di kegiatan ospek, maka bukan tidak mungkin pesan-pesan yang disampaikan akan hilang. Pasalnya, nilai-nilai yang tertanam di diri mahasiswa-mahasiswi itu akan tergerus oleh perkembangan zaman, yang mengharuskan adanya pergeseran nilai.
Jika hal ini dapat ditanamkan dalam pelaksanaan ospek, setidaknya akan tercipta sebuah proses pemikiran baru terhadap pelaksanaan ospek itu sendiri yang secara perlahan akan membawa perubahan pendapat dalam adanya sebuah kegiatan ospek menjadi lebih baik.
”Sama seperti aku sekarang. Jujur, dulu saat pertama kali aku mengikuti masa-masa ospek, nggak tau deh gimana perasaanku. Campur aduk deh. Sebel lah, capek, sakit hati. Banyak deh pokoknya.
Tapi sekarang semua berubah lho, aku merasa ospek bener-bener membawa perubahan besar untukku. Mungkin dulu, aku nggak terlalu suka dengan komponen-komponen ospek. Tapi sekarang, aku bahkan akrab dengan kakak-kaka angkatanku. Bahkan, bagiku mereka smua keluarga baruku.
So guys, sebenarnya smua hal itu positif. Smua hanya tergantung bagaimana kita berpikir dan menyikapinya. Cobalah berpikir dari sisi yang berbeda. Hasilnya pun pasti menakjubkan” J

0 komentar:

Posting Komentar

 

Follow Your Dream Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template