Orientasi
Studi dan Pengenalan Kampus atau yang sering kita sebut dengan kata “ospek”
tentu sudah tidak asing lagi kita dengar di telinga kita. Sejak tahun 1920,
kegiatan ospek ini telah ada dan dipraktikkan sebagai bentuk formal penerimaan
mahasiswa baru. Hanya saja pada zaman tersebut nama ospek masih disebut dengan
‘plonco’
Namun
tidak jauh berbeda, kegiatan ini sama-sama dilakukan dengan tujuan untuk
mencetak kader-kader penerus bangsa yang tangguh untuk proses pendewasaan diri
yang memisahkan kata ‘siswa’ dengan ‘mahasiswa’ sehingga para mahasiswa baru
ini pun menjadi jauh lebih siap memasuki dunia ‘baru’ mereka.
Semakin
lama kegiatan ospek pun seolah telah menjamur dan menjadi budaya yang dilakukan
setiap tahun. Bentuk kegiatannya pun bermacam-macam. Mulai dari yang unik
hingga aneh. Setiap universitas yang melaksanakan kegiatan ini pasti memiliki ciri
khasnya sendiri dengan esensi-esensi dan tujuan yang jelas.
Salah
satu contoh bentuk tugas ospek yang paling sering dilakukan adalah menggunakan
nametag pada saat kegiatan ospek berlangsung. Dengan cara ini para mahasiswa
baru akan jauh lebih mudah dalam mengenal teman-teman baru yang akan menjadi ‘keluarga’
bagi mereka nantinya. Uniknya, setiap universitas bahkan setiap fakultas
memiliki cara yang berbeda untuk mengenalkan universitas atau jurusannya
masing-masing. Ada yang ditugaskan untuk membuat nametag berbentuk jantung, ada
yang berbentuk dompet ada pula yang berbentuk hewan-hewan lucu. Semua hal ini
pun secara tidak langsung menjadi pengenalan pertama bagi para mahasiswa baru
untuk mengenal jurusan dan universitas mereka sekaligus mengajarkan sebuah
inovasi.
Manfaat lain dari adanya ospek sendiri
adalah Dengan mengikuti ospek, mahasiswa baru itu akan mengetahui lebih banyak
tentang kampusnya. Dengan demikian, mereka dapat menyusun sebuah perencanaan
dan target ke depan selama belajar di kampus. Para mahasiswa akan mengetahui bagaimana beradministrasi di kampus; mengurus
dan mengisi kartu rencana studi (KRS), beasiswa dan surat-surat keterangan
lainnya. Mereka juga dapat mengetahui organisasi-organisasi yang ada di kampus
dan apa yang bagus bagi masa depannya.
Akan
tetapi semakin lama ospek kian menerima kontroversi. Banyak yang mulai
menyangsikan kerelevan dari adanya ospek itu sendiri. Terutama dengan
ospek-ospek yang menerapkan banyak sistem ‘pendisiplinan’.
Banyak
argumen-argumen yang menjadi alasan mengapa ospek menerima begitu banyak
kontroversi, bahkan perintah untuk segera dihapuskan. Salah satu alasan
terbesar yang menjadikan alasan ospek begitu menimbulkan kontra adalah karena
secara tidak langsung ospek telah menjadi sebuah ajang ‘balas dendam’ oleh
kakak angkatan kepada para mahasiswa baru akibat pengalaman ospek yang mereka
dapatkan sebelumnya. Itulah terkadang yang menyebabkan setiap tahunnya
pelaksanaan ospek dirasa semakin berat dan neko-neko.
Alasan
lain yang menjadikan semakin maraknya kontra terhadap ospek ini pun adalah
adanya sebuah ‘kesenioritasan’ yang memberikan jarak atau ‘gap’ antara kakak
angkatan dengan para juniornya. Awalnya hal ini hanya berbatas pada sebuah niat
penghormatan kepada kakak angkatan oleh para juniornya atau bentuk penghargaan
‘penghuni’ yang baru kepada ‘penghuni lama’. Namun entah sejak kapan prinsip
dan landasan ini seolah hilang dan menjadi sebuah masalah yang mendasar bagi
proses ospek itu sendiri.
Hasil
yang ada justru membuat kakak tingkat menjadi seolah adalah orang yang lebih
berkuasa dibandingkan dengan junior-junior mereka. Para junior pun akan menjadi
takut dan jauh kepada kakak angkatan meskipun proses ospek telah berakhir. Tentu
hal ini pun akan berdampak negatif dikarenakan akan terjadi kesenjangan yang
begitu nampak di antara dua generasi ini. Padahal seharusnya ospek harus
menjadi sebuah pemersatu hubungan dalam kekeluargaan yang salah satunya
mendekatkan hubungan antara senior dan junior. Jika hal ini terus dibiarkan
maka tidak menutup kemungkinan hal inilah yang akan menjadikan sebuah alasan
balas dendam junior-junior tersebut kepada adik angkatannya nanti.
Dalam konteks ini, hal-hal itulah yang
pada akhirnya sering dikeluhkan para mahasiswa-mahasiswi ketika mengikuti
kegiatan ospek. Ada yang mengatakan kegiatan ospek tidak berguna, kegiatan
ospek membuang-buang waktu, atau kegiatan ospek hanyalah sebuah kegiatan untuk
para senior menyiksa para junior. Tentu persepsi itu sangat disayangkan dapat
tercipta dalam pola pikir di masyarakat, terutama para mahasiswa-mahasiswi.
Perlu disadari bahwa para mahasiswa baru
seharusnya menanamkan pikiran bahwa kegiatan ospek sepatutnya tidak dilakukan secara
teoritis saja. Seharusnya, ada komunikasi yang berkepentingan secara
kelembagaan. Artinya, ada pesan-pesan moral yang disampaikan walau hal itu
tidak terjadi secara komunikasi verbal.
Pada sisi lain, para panitia ospek juga
seharusnya mampu menangkap kondisi perkembangan jaman sekarang ini. Akan tidak
relevan lagi bila kegiatan yang dilakukan tidak diikuti dengan perkembangan
zaman. Sebab, bila hal lama terus dilakukan pada tiap tahunnya di kegiatan
ospek, maka bukan tidak mungkin pesan-pesan yang disampaikan akan hilang. Pasalnya,
nilai-nilai yang tertanam di diri mahasiswa-mahasiswi itu akan tergerus oleh
perkembangan zaman, yang mengharuskan adanya pergeseran nilai.
Jika hal ini dapat ditanamkan dalam
pelaksanaan ospek, setidaknya akan tercipta sebuah proses pemikiran baru
terhadap pelaksanaan ospek itu sendiri yang secara perlahan akan membawa
perubahan pendapat dalam adanya sebuah kegiatan ospek menjadi lebih baik.
”Sama
seperti aku sekarang. Jujur, dulu saat pertama kali aku mengikuti masa-masa
ospek, nggak tau deh gimana perasaanku. Campur aduk deh. Sebel lah, capek,
sakit hati. Banyak deh pokoknya.
Tapi
sekarang semua berubah lho, aku merasa ospek bener-bener membawa perubahan
besar untukku. Mungkin dulu, aku nggak terlalu suka dengan komponen-komponen
ospek. Tapi sekarang, aku bahkan akrab dengan kakak-kaka angkatanku. Bahkan,
bagiku mereka smua keluarga baruku.
So
guys, sebenarnya smua hal itu positif. Smua hanya tergantung bagaimana kita
berpikir dan menyikapinya. Cobalah berpikir dari sisi yang berbeda. Hasilnya
pun pasti menakjubkan” J
0 komentar:
Posting Komentar